Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menggelar rapat koordinasi (rakor) sebagai langkah konkret dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) ini bertujuan memetakan solusi bagi anak-anak yang terpaksa putus sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan roadshow pendataan ATS di 40 kecamatan sepanjang tahun lalu.
Saat ini, fokus utama adalah menindaklanjuti hasil verifikasi data yang telah diserahkan ke tingkat desa.
”Kami sedang memverifikasi data ATS untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah mendapatkan fasilitas pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal,” ujar Rusliandy, Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan, bahwa anak-anak yang memilih melanjutkan pendidikan melalui jalur non formal harus mendapatkan akses secara gratis. Hal ini akan didukung penuh oleh lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di Kabupaten Bogor.
Dalam rakor tersebut, Disdik mengundang tiga lembaga sebagai pilot project yang akan menerima data ATS untuk ditindaklanjuti di kecamatan masing-masing.
Ketiga lembaga tersebut adalah PKBM Bina Warga Mandiri yang dipimpin Sujatma, PKBM Bakti Nusa dipimpin Muhammad Afhan, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau PKBM Negeri Kabupaten Bogor dipimpin Syarifah Irjani.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kabid Pembinaan Pendidikan Nonformal Siswanto, Kasi Kurikulum dan Kelembagaan Opik Ropiudin, Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Iwan Wangsa, serta perwakilan Kasi Penkes dari Kecamatan Tamansari, Cibinong, dan Cigombong.






















