Komisi X DPR menyoroti tajam rendahnya kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih jauh dari standar hidup layak, meski peran mereka sangat penting sebagai pendidik generasi bangsa.
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan keprihatinannya atas fakta bahwa masih ada guru honorer yang hanya memperoleh imbalan sekitar Rp250 ribu per bulan.
“Gaji guru honorer yang hari ini harus hidup dengan dua ratus lima puluh ribu rupiah per bulan sungguh sangat tidak layak. Negara yang begitu besar dan begitu kaya, tetapi menggaji guru dengan angka seperti itu,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, di lapangan masih banyak tenaga pendidik yang menerima upah antara Rp250 ribu hingga di bawah Rp500 ribu per bulan, dan itu pun kerap dibayarkan terlambat hingga tiga sampai enam bulan.
“Walaupun mereka honorer, faktanya mereka terus mengabdi. Mereka masuk setiap hari, mengajar, mendidik, dan mempersiapkan masa depan bangsa. Ini yang harus kita lihat secara jujur,” lanjutnya.



































