Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Untuk menjaga kualitas dan relevansi pembelajaran, guru dituntut terus mengasah kompetensi profesionalnya melalui berbagai forum pengembangan diri, salah satunya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sosok Dewi Lestari Budiarti, S.Pd., menjadi contoh guru PPKn yang aktif mengikuti kegiatan MGMP. Melalui forum tersebut, ia secara rutin berdiskusi dan berbagi praktik baik bersama rekan sejawat guna memperkaya strategi pembelajaran di kelas.
Dewi menilai MGMP menjadi ruang penting bagi guru untuk saling belajar, memperbarui wawasan kurikulum, serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Berbagai isu aktual kewarganegaraan, penguatan nilai Pancasila, hingga pendekatan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa kerap menjadi topik pembahasan dalam forum tersebut.
Keaktifan mengikuti MGMP berdampak langsung pada proses belajar mengajar di kelas. Pembelajaran PPKn tidak lagi sebatas penyampaian materi, tetapi diarahkan pada penguatan nalar kritis, sikap demokratis, dan karakter kebangsaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui komitmen untuk terus belajar dan berkembang, Dewi berharap pembelajaran PPKn dapat menjadi mata pelajaran yang hidup, relevan, dan memberi makna bagi peserta didik. Praktik ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan berawal dari kesadaran guru untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.



































