Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dipandang sebagai wujud keberanian negara dalam menghadirkan perubahan nyata bagi anak-anak bangsa yang selama ini berada dalam keterbatasan akses pendidikan.
Presiden Prabowo menilai pendirian Sekolah Rakyat sebagai keputusan strategis negara untuk menjawab kebutuhan rakyat. Sekolah berasrama ini dirancang bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berisiko kehilangan harapan masa depan. “Sekolah berasrama untuk mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga dengan kondisi tertinggal,” ujar Presiden saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Kemendikdasmen mendukung penuh Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) Presiden, khususnya dari sisi akademik. Dukungan tersebut meliputi penyusunan kurikulum hingga penyiapan skema guru agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal.
Menurut Mu’ti, secara akademik Sekolah Rakyat telah dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang dirancang pemerintah. Ia menilai pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. “Sekolah Rakyat benar-benar memberi manfaat besar bagi anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan,” ujarnya.
Selain kurikulum, Kemendikdasmen juga memastikan kesiapan tenaga pendidik. Guru-guru Sekolah Rakyat dibekali pelatihan khusus yang disesuaikan dengan kurikulum multi-entry dan multi-exit, sehingga mampu menjawab kebutuhan peserta didik dengan latar belakang yang beragam.
Penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru turut menjadi perhatian. Pelatihan dilakukan bersama Kementerian Sosial, dengan kepala sekolah telah mengikuti pembekalan khusus. Sementara itu, sebagian besar guru yang akan mengajar merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah dipersiapkan untuk mendukung karakter dan kebutuhan Sekolah Rakyat.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Ia berharap sekolah ini menjadi fondasi lahirnya generasi yang tangguh dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak yang sempat terputus dari pendidikan formal agar kembali memperoleh hak belajar yang layak dan bermutu. Kemendikdasmen bersama kementerian terkait berkomitmen memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan selaras dengan sistem pendidikan nasional.
Melalui sinergi lintas sektor, penguatan kebijakan, dan peningkatan mutu pembelajaran, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.


























