Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sampaikan bahwa menu MBG nanti berbentuk siap saji yang bisa tahan sampai waktu berbuka puasa. Jadi, makanan bisa dibawa pulang ke rumah dengan tetap layak konsumsi. BGN berupaya untuk menjaga kualitas gizi dan kesehatan penerima MBG.
Pembagian MBG pun akan disesuaikan, seperti pada siang hari atau saat pulang sekolah.
Sementara itu, bagi pondok pesantren yang memiliki SPPG di area dalam pesantren, waktu penyajian makanan akan digeser jelang berbuka puasa, agar makanan tetap segar dan sesuai dengan pola konsumsi santri.
Dengan penyesuaian ini, BGN pastikan MBG tetap berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan selama puasa Ramadan 2026.






































