Banyak orang memilih kembali tidur setelah sahur karena masih mengantuk atau ingin memaksimalkan waktu istirahat sebelum beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak sepenuhnya baik bagi kesehatan. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidur segera setelah makan, termasuk setelah sahur, dapat menimbulkan berbagai risiko bagi tubuh.
Gangguan Pencernaan dan Asam Lambung
Secara ilmiah, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Saat seseorang langsung berbaring atau tidur setelah makan, posisi tubuh yang horizontal dapat mempermudah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Gejala yang bisa muncul antara lain rasa panas di dada (heartburn), mual, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memperburuk gangguan lambung, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat maag atau GERD.
Kualitas Tidur Menurun
Tidur setelah sahur juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh sebenarnya berada dalam kondisi aktif. Hal ini dapat mengganggu fase tidur nyenyak (deep sleep) sehingga seseorang justru bangun dalam keadaan lemas atau tidak segar.
Selain itu, lonjakan gula darah setelah makan juga dapat memengaruhi pola tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk menstabilkan kadar gula darah, dan jika langsung tidur, proses ini bisa terganggu.
Risiko Kenaikan Berat Badan
Beberapa studi menunjukkan bahwa kebiasaan tidur setelah makan berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Hal ini terjadi karena energi dari makanan tidak digunakan secara optimal untuk aktivitas fisik, melainkan lebih banyak disimpan sebagai cadangan lemak.
Meskipun saat puasa pola makan berubah, tetap penting menjaga jeda waktu antara makan dan tidur agar metabolisme tubuh bekerja dengan baik.
Gangguan Sirkulasi dan Metabolisme
Posisi berbaring setelah makan juga dapat memperlambat proses metabolisme dan sirkulasi darah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berdampak pada gangguan metabolik, terutama jika disertai pola makan tinggi lemak dan kurang aktivitas fisik.
Berapa Jeda Ideal Sebelum Tidur?
Para ahli kesehatan menyarankan memberi jeda sekitar 1–2 jam setelah makan sebelum tidur. Waktu ini cukup bagi lambung untuk memproses makanan sehingga risiko gangguan pencernaan dapat diminimalkan.
Jika masih mengantuk setelah sahur, alternatif yang lebih aman adalah duduk santai, membaca, berzikir, atau melakukan aktivitas ringan hingga waktu salat Subuh tiba. Setelah itu, barulah beristirahat dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi untuk mengurangi risiko asam lambung naik.
Tetap Jaga Pola Hidup Sehat Saat Puasa
Puasa bukan alasan untuk mengabaikan pola hidup sehat. Justru, momen ini dapat menjadi kesempatan memperbaiki kebiasaan makan dan tidur. Mengatur porsi sahur, menghindari makanan terlalu pedas atau berlemak, serta memberi jeda sebelum tidur dapat membantu tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Jadi, meskipun terasa menggoda untuk langsung kembali tidur setelah sahur, ada baiknya mempertimbangkan dampaknya bagi kesehatan. Kebiasaan kecil yang tampak sepele bisa berpengaruh besar dalam jangka panjang.



































