Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha, wilayah Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, yang sempat menghebohkan publik, menjadi pengingat penting bahwa keamanan anak tidak boleh dianggap sepele. Peristiwa ini membuka mata banyak pihak, termasuk pemerintah daerah lain, untuk lebih serius dalam mengawasi lembaga penitipan anak.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota Solo langsung bergerak cepat dengan memperketat pengawasan terhadap daycare dan PAUD di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar kasus serupa tidak terjadi, sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman saat dititipkan.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa perhatian terhadap anak usia dini akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari posyandu, daycare, hingga PAUD dan sekolah fullday. Pemerintah ingin membangun sistem pengasuhan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga tidak ada celah bagi terjadinya kekerasan atau kelalaian.
Hingga saat ini, belum ditemukan pelanggaran pada daycare di Solo. Namun, pendataan ulang seluruh lembaga tetap dilakukan sebagai bentuk langkah “jemput bola” yang berfokus pada pencegahan.
Pemerintah juga mengajak orang tua dan pengelola daycare untuk terbuka serta bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Dengan pengawasan lintas sektor dan komitmen yang terus diperkuat, Pemkot Solo berharap para orang tua bisa merasa lebih tenang. Sebab, masa depan kota sangat ditentukan oleh bagaimana anak-anak hari ini tumbuh, dirawat, dan dilindungi dengan baik.










