Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti serius kondisi kesejahteraan guru honorer di Indonesia yang dinilai masih jauh dari kata layak. Perhatian ini terutama ditujukan kepada para guru yang telah lama mengabdi, namun hingga kini masih menerima upah rendah.
Dalam pernyataannya, Puan menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan penghargaan yang setimpal kepada para pendidik. Menurutnya, kualitas suatu negara dapat dilihat dari bagaimana negara tersebut memperlakukan para pekerja yang setia mengabdi, termasuk guru honorer.
Ia juga menyinggung kasus seorang guru honorer bernama Cacang Hidayat yang mengajar di SMPN Cibadak, Kabupaten Lebak. Guru tersebut telah mengabdikan diri selama 25 tahun, namun hanya menerima upah sekitar Rp500 ribu per bulan.
Kasus ini menjadi gambaran nyata kondisi yang masih dialami banyak guru honorer di berbagai daerah. Rendahnya penghasilan dinilai tidak sebanding dengan dedikasi dan peran penting mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Puan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, termasuk melalui kebijakan yang lebih berpihak dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perbaikan sistem penggajian menjadi hal mendesak agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal.









