Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan melibatkan sektor pendidikan, khususnya guru PAUD. Hal ini diwujudkan melalui workshop yang dibuka langsung oleh Bunda PAUD Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, yang berlangsung di SKB Kerobokan selama dua hari dan diikuti sekitar 100 guru PAUD. Senin (27/4).
Dalam kegiatan ini, ditekankan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak besar pada perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan.
Guru PAUD dinilai memiliki peran penting karena berada di garis depan dalam mendampingi anak pada masa pertumbuhan emas (golden age). Mereka tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga diharapkan mampu menjadi fasilitator dan komunikator bagi orang tua dalam memberikan pemahaman terkait gizi seimbang dan pola asuh yang tepat.
Melalui workshop ini, para guru didorong untuk lebih disiplin dalam mencatat tumbuh kembang anak sebagai bahan evaluasi serta mampu menyampaikan informasi yang akurat kepada orang tua. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas yang baik di masa depan, sekaligus menekan angka stunting sejak dini melalui peran aktif guru dan orang tua.










