Jakarta – Seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 kembali mencatat tingginya minat calon mahasiswa. Panitia nasional mencatat jumlah pendaftar mencapai 64.479 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, tidak hanya calon mahasiswa Muslim yang mengikuti seleksi ini, tetapi juga sejumlah peserta non-Muslim yang tertarik melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN menjelaskan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan kampus-kampus Islam negeri. Saat ini, PTKIN tidak hanya dikenal unggul dalam bidang studi keagamaan, tetapi juga memiliki berbagai program studi umum yang diminati masyarakat luas.
Keikutsertaan peserta non-Muslim dalam UM-PTKIN menjadi bukti bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam semakin terbuka dan inklusif. Berbagai program studi seperti ekonomi, sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga ilmu sosial menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa dari beragam latar belakang agama dan budaya.
Panitia menyebut jumlah peserta non-Muslim memang tidak sebesar peserta Muslim, namun tren tersebut terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya citra PTKIN sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengedepankan kualitas akademik, toleransi, dan keberagaman.
Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 dilakukan secara berbasis komputer di berbagai titik lokasi ujian yang telah disiapkan. Sistem seleksi dirancang untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTKIN seluruh Indonesia.
Selain menawarkan program studi yang beragam, PTKIN juga terus melakukan transformasi akademik melalui penguatan riset, kerja sama internasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai upaya tersebut turut mendorong meningkatnya minat calon mahasiswa untuk menjadikan PTKIN sebagai pilihan utama melanjutkan pendidikan tinggi.
Kementerian Agama menilai keberagaman peserta dalam UM-PTKIN menjadi gambaran positif perkembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kampus Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama.
Dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 64 ribu orang, persaingan masuk PTKIN pada tahun ini diperkirakan semakin kompetitif. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik dan menjunjung tinggi integritas selama proses ujian berlangsung.
Melalui penyelenggaraan UM-PTKIN 2026, pemerintah berharap perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dapat terus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan dinamis.








