Bogor – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, revitalisasi juga berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri. Sejumlah sekolah yang sebelumnya sepi peminat kini justru menjadi tujuan utama masyarakat saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Perubahan tersebut terlihat di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor. Setelah mendapatkan revitalisasi, sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas kini memiliki ruang kelas yang lebih nyaman, aman, dan layak untuk mendukung proses pembelajaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh guru dan murid, tetapi juga oleh masyarakat sekitar yang semakin percaya untuk menyekolahkan anaknya di sana.
Kepala SDN Cimahpar 5, Iim Rohimah, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sekolah cenderung sepi peminat pada awal masa pendaftaran, kini banyak orang tua yang datang lebih awal untuk mencari informasi dan memastikan anak mereka memperoleh tempat di sekolah tersebut.
Fenomena serupa terjadi di SDN Leuwibatu 02. Revitalisasi yang dilakukan membuat lingkungan sekolah menjadi lebih menarik dan nyaman. Perubahan kondisi bangunan sekolah memberikan kesan positif bagi masyarakat sehingga minat untuk mendaftarkan anak ke sekolah tersebut meningkat secara signifikan.
Kemendikdasmen menilai bahwa infrastruktur pendidikan yang layak memiliki pengaruh besar terhadap kualitas layanan pendidikan. Sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan representatif tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pembangunan dan revitalisasi sekolah harus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta memperkuat keyakinan masyarakat terhadap masa depan pendidikan. Menurutnya, sekolah yang baik bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi penerus bangsa.
Program revitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pada tahun 2026, revitalisasi difokuskan pada sekolah dengan tingkat kerusakan berat, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana. Kebijakan ini bertujuan menciptakan pemerataan akses pendidikan yang aman dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Selain memperbaiki bangunan fisik, revitalisasi juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik dan motivasi guru dalam mengajar. Lingkungan belajar yang lebih baik terbukti mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Melalui program revitalisasi yang berkelanjutan, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah yang mampu menjadi pusat pendidikan berkualitas di lingkungannya. Keberhasilan sekolah-sekolah yang kini kembali diminati masyarakat menjadi bukti bahwa investasi pada infrastruktur pendidikan merupakan langkah penting dalam membangun masa depan generasi Indonesia.









