Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perbandingan biaya pendidikan Indonesia dengan Singapura tidak bisa dilakukan secara langsung. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebut biaya menyekolahkan anak di Singapura lebih murah dibandingkan di Jakarta.
Kalau membandingkan Indonesia dengan Singapura, ya, dengan segala hormat saya kira tidak apple to apple lah,” kata Mu’ti di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026) malam.
Mu’ti menjelaskan bahwa kompleksitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia jauh berbeda dibandingkan Singapura. Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 400.000 sekolah dengan jumlah peserta didik mencapai 53 juta orang.
Sekolah kita tuh 400.000 sekolah di Indonesia, lho. Itu hampir sama dengan penduduk Brunei Darussalam. Muridnya 53 juta. Jadi, kompleksitas persoalannya memang sangat berbeda, ujar dia.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perbandingan biaya pendidikan antardua negara perlu mempertimbangkan perbedaan skala, jumlah sekolah, jumlah peserta didik, hingga tantangan penyelenggaraan sistem pendidikan di masing-masing negara.









