Riries Wahyu dan Faisal Amin bukan cuma pendidik di ruang kelas. Dua guru asal SDN Siwalankerto II dan SDN Manyar Sabrangan II Surabaya ini melangkah lebih jauh, membawa cerita tentang inovasi pendidikan hingga ke panggung M7 World Championship yang digelar di Jakarta.
.
Melalui program MLBB Goes to School, keduanya menunjukkan betapa pendekatan pembelajaran bisa terus berkembang mengikuti zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter. Gim dimaknai bukan sekadar hiburan, tetapi sarana menanamkan sportivitas, kerja sama, disiplin, dan literasi digital kepada peserta didik.
.
Kehadiran Riries Wahyu dan Faisal Amin di forum internasional tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan yang tumbuh dari sekolah-sekolah Surabaya mampu berbicara di level global. Sebuah kebanggaan, sekaligus pengingat bahwa peran guru tak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi dan membuka jalan perubahan.
.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai kehadiran siswa di ajang M7 World Championship menjadi pengalaman edukatif yang bernilai tinggi.
.
“Ini bukan soal bermain gim, tetapi memberi pengalaman global kepada siswa. Mereka melihat langsung bagaimana disiplin, kerja tim, dan profesionalisme ditampilkan di level dunia,” kata Febrina, Minggu (25/01/2026) di Jakarta.
.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, menyatakan bahwa program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan nyata. Ia menekankan pentingnya memberikan kebebasan memilih kepada anak-anak sembari tetap menjaga etika serta sportivitas dalam bermain.
.
Dispendik Surabaya terus mendukung lahirnya praktik-praktik pembelajaran kreatif demi pendidikan yang relevan, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
































