Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi transformasi pendidikan nasional melalui pelaksanaan Program Digitalisasi Pembelajaran. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) kepada SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (11/1).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemanfaatan PID merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pemerataan sekaligus meningkatkan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya konkret untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui penguatan akses, keberlanjutan, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh satuan pendidikan.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Wiwit Dwi Purnomo, menyampaikan bahwa bantuan PID memberikan pengaruh signifikan terhadap proses belajar mengajar di sekolahnya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Program Digitalisasi Pembelajaran yang diterima. Proses pengajuan yang sederhana serta pendampingan teknis yang optimal dinilai sangat membantu sekolah dalam memanfaatkan perangkat tersebut secara maksimal.
Sejak digunakan dalam kegiatan belajar, PID dinilai mampu meningkatkan minat dan antusiasme siswa dalam memahami materi pelajaran. Di sisi lain, para guru juga semakin terdorong untuk berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Wiwit menambahkan, komposisi tenaga pendidik yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z membuat proses adaptasi teknologi berjalan relatif cepat, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Dampak positif penggunaan PID juga dirasakan langsung oleh guru kejuruan. Guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Yusron, menjelaskan bahwa perangkat tersebut sangat membantu dalam pembelajaran koding dan kecerdasan buatan. Dengan dukungan PID, siswa dapat mengerjakan tugas, menampilkan hasilnya di layar, serta mendiskusikannya bersama-sama, sehingga proses belajar menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan aplikatif.
Selain menyalurkan bantuan sarana digital, Kemendikdasmen juga menegaskan pentingnya peran para pemangku kepentingan sebagai mitra strategis pemerintah dalam agenda transformasi pendidikan nasional. Wakil Menteri Fajar menekankan bahwa negara tidak dapat bekerja sendiri dalam memajukan pendidikan. Partisipasi seluruh elemen menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045.
Apresiasi terhadap sinergi tersebut turut disampaikan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra. Ia menilai kontribusi para pemangku kepentingan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya sangat berarti dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan sosial. Upaya kolaboratif berbagai pihak dinilai berhasil menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas hingga ke tingkat masyarakat bawah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan para mitra strategis guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.


























