Di banyak ruang kelas, pemanfaatan teknologi pembelajaran masih terbatas pada presentasi semata. Namun di Jember, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember justru mendorong para guru untuk melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan pendekatan deep learning digital dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan pelatihan, para guru diajak memahami bagaimana teknologi dapat digunakan secara lebih bermakna untuk mendukung proses belajar siswa. Pendekatan deep learning digital ini bertujuan agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar secara sadar, memahami makna materi, dan menikmati proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.
Dalam pelatihan tersebut, guru diperkenalkan dengan berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Salah satunya adalah penggunaan aplikasi desain seperti Canva yang memungkinkan guru menyusun materi ajar secara visual sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa.
Selain itu, para guru juga didorong untuk mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis proyek dan masalah (problem-based learning) dalam kegiatan belajar mengajar. Pendekatan ini dipadukan dengan penggunaan asesmen formatif digital yang membantu guru memantau perkembangan pemahaman siswa secara lebih efektif.
Melalui pemanfaatan teknologi yang lebih kreatif dan terarah, ruang kelas diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat siswa menghafal materi. Sebaliknya, kelas dapat berubah menjadi ruang eksplorasi yang mendorong siswa untuk belajar secara mindful, meaningful, dan joyful, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu serta keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.






































