Transformasi pembelajaran mulai terasa nyata di wilayah timur Indonesia. Di Kabupaten Keerom dan Teluk Bintuni, penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan dekat dengan dunia anak-anak PAUD/TK.
Jika sebelumnya kegiatan belajar mengandalkan papan tulis konvensional dan alat peraga sederhana, kini ruang kelas berubah menjadi lebih dinamis dengan layar sentuh berukuran besar yang penuh warna. Melalui teknologi IFP, anak-anak dapat mengenal bentuk, warna, hewan, angka, huruf, hingga objek di sekitar mereka dengan cara yang lebih menyenangkan—cukup dengan menyentuh layar.
Pembelajaran tidak lagi hanya satu arah. Murid tidak sekadar mendengar penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas visual dan interaktif. Saat mempelajari bentuk, misalnya, anak dapat menyeret gambar lingkaran atau segitiga ke tempat yang sesuai. Ketika mengenal hewan, mereka bisa menyentuh gambar untuk melihat animasi atau mendengar suara hewan tersebut. Interaksi ini membuat proses belajar terasa seperti bermain, namun tetap sarat makna edukatif.
Di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kehadiran IFP memiliki makna yang lebih dalam. Perangkat ini bukan sekadar alat bantu mengajar, melainkan simbol pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi. Sekolah-sekolah di perbatasan dan daerah terpencil kini mulai merasakan fasilitas yang sebelumnya identik dengan kota besar.
Dampaknya terlihat jelas di dalam kelas. Anak-anak menjadi lebih percaya diri untuk maju ke depan dan mencoba langsung materi di layar. Rasa ingin tahu mereka tumbuh karena pembelajaran disajikan secara visual dan kontekstual. Kelas pun menjadi lebih aktif, komunikatif, dan penuh antusiasme.
Bagi guru, IFP memudahkan penyampaian materi secara kreatif. Mereka dapat menampilkan gambar, video, animasi, hingga permainan edukatif dalam satu perangkat. Materi pembelajaran pun dapat disesuaikan dengan konteks lokal, sehingga anak-anak lebih mudah memahami karena berkaitan dengan lingkungan sekitar mereka.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan IFP juga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan literasi digital sejak usia dini. Anak-anak mulai terbiasa berinteraksi dengan teknologi secara positif dan terarah, bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai sarana belajar.
Transformasi ini menunjukkan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang setara. Dengan dukungan teknologi seperti Interactive Flat Panel, PAUD dan TK di Keerom dan Teluk Bintuni membuktikan bahwa sekolah di wilayah 3T pun mampu bergerak maju, menghadirkan pembelajaran yang modern, inklusif, dan membangun masa depan generasi muda dengan lebih percaya diri.




























