Pangkalpinang – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang masih menghadapi persoalan serius terkait kekurangan tenaga pendidik pada tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, jumlah kekurangan guru saat ini tercatat mencapai 76 orang dan berpotensi terus bertambah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, mengungkapkan bahwa angka kekurangan tersebut belum bersifat final. Pasalnya, pada tahun berjalan masih terdapat sejumlah guru yang akan memasuki masa pensiun, sehingga kebutuhan tenaga pendidik diperkirakan semakin meningkat.
“Untuk tahun 2026, kekurangan guru yang tercatat sebanyak 76 orang. Namun jumlah ini diprediksi masih akan bertambah karena ada guru yang pensiun,” ujar Erwandy kepada Bangkapos.com, Jumat (2/1/2026).
Erwandy menjelaskan, kekurangan tenaga pendidik paling banyak terjadi di jenjang Sekolah Dasar (SD). Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena SD merupakan fondasi awal dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar peserta didik.
Adapun formasi guru yang paling dibutuhkan saat ini meliputi guru kelas SD, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD, serta guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dindikbud Kota Pangkalpinang terus melakukan pemetaan kebutuhan guru serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Salah satu langkah yang diupayakan adalah mengoptimalkan distribusi guru yang ada serta mengusulkan penambahan formasi tenaga pendidik melalui mekanisme yang berlaku.
Pemkot Pangkalpinang berharap persoalan kekurangan guru ini dapat segera diatasi agar kualitas pelayanan pendidikan tetap terjaga dan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dapat berjalan secara optimal.





































