Upaya menjadikan kegiatan kokurikuler sebagai ruang belajar yang benar-benar bermakna dan berdampak bagi murid terus diperkuat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan merancang kokurikuler yang mengacu pada kerangka kerja pembelajaran mendalam (deep learning), sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar bersifat pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran.
Pembelajaran kokurikuler dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar murid melalui kegiatan yang kontekstual, relevan, dan menumbuhkan kompetensi abad ke-21. Dalam perancangannya, kerangka pembelajaran kokurikuler disusun dengan memperhatikan empat komponen penting yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Empat komponen tersebut meliputi praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Praktik pedagogis menekankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid, mendorong keaktifan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid untuk belajar melalui pengalaman nyata.
Lingkungan pembelajaran juga menjadi perhatian utama, baik lingkungan fisik maupun sosial. Lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kolaborasi diyakini mampu meningkatkan keterlibatan murid dalam kegiatan kokurikuler. Selain itu, kemitraan pembelajaran dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, komunitas, serta pihak eksternal lainnya agar pembelajaran menjadi lebih autentik dan relevan dengan kehidupan nyata.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi komponen penting lainnya dalam pembelajaran kokurikuler. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk memperluas akses belajar, mendukung kreativitas murid, serta memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi. Dengan dukungan teknologi digital, kegiatan kokurikuler diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan belajar generasi saat ini.
Melalui perancangan kokurikuler yang mengacu pada kerangka pembelajaran mendalam dan keempat komponen tersebut, diharapkan kegiatan kokurikuler tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi benar-benar berkontribusi dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan murid menghadapi masa depan.





































