Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi berbagai kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyatakan bahwa sebagian kritik datang dari pihak yang dinilai tidak memahami kondisi masyarakat miskin. Ia menyebut para pengkritik belum merasakan langsung situasi sulit, sehingga tidak melihat pentingnya program tersebut bagi kelompok rentan.
Menurut Amran, MBG bukan sekadar program bantuan pangan biasa. Program ini merupakan bentuk intervensi negara untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat kurang mampu terpenuhi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas. Tidak hanya menyasar penerima manfaat, program ini juga mampu menggerakkan sektor pertanian dan peternakan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, MBG dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa.
Selain itu, program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil. Hal ini membuat MBG tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga ekonomi secara menyeluruh.
Amran menilai bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang, bukan sekadar kebijakan jangka pendek. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi nasional.




















