Pemanfaatan gim daring dalam dunia pendidikan mulai menemukan bentuk barunya di Surabaya. Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), yang selama ini identik dengan hiburan dan kompetisi, kini digunakan sebagai sarana melatih pendidikan karakter peserta didik, mulai dari kerja sama tim, ketangguhan mental saat mengalami kekalahan, hingga pembiasaan sikap tidak toksik di ruang digital.
Inisiatif ini menghadirkan guru sebagai Teacher Ambassador yang berperan aktif mendampingi siswa dalam proses pembelajaran berbasis gim. Guru tidak hanya mengawasi jalannya permainan, tetapi juga memandu refleksi nilai-nilai yang muncul selama bermain, seperti komunikasi yang sehat, sportivitas, dan pengendalian emosi.
Melalui MLBB, siswa diajak memahami bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Kekalahan menjadi sarana belajar untuk bangkit, mengevaluasi strategi, dan menghargai peran setiap anggota tim. Di sisi lain, perilaku toksik yang kerap muncul dalam gim daring dijadikan bahan diskusi untuk menanamkan etika digital dan tanggung jawab bermedia.
Para pendidik menilai pendekatan ini efektif karena menggunakan gim sebagai “bahasa yang sama” antara guru dan siswa. Dengan medium yang dekat dengan keseharian peserta didik, pesan-pesan pendidikan karakter lebih mudah diterima dan dipahami.
Program ini juga menjadi contoh bagaimana dunia pendidikan dapat beradaptasi dengan budaya digital generasi muda tanpa kehilangan nilai-nilai utama pembelajaran. Dengan pendampingan guru yang tepat, gim daring seperti MLBB tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembentukan karakter yang relevan dengan tantangan era digital.



































