Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat terkait arah kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke depan. Kepala Negara berharap alokasi beasiswa LPDP untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM) dapat mencapai lebih dari 80 persen.
Bocoran tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media. Ia mengatakan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap penguatan sumber daya manusia di bidang-bidang strategis yang menopang kemajuan bangsa.
“Bapak Presiden berharap ke depan alokasi beasiswa LPDP untuk bidang STEM bisa di atas 80 persen,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, saat ini pemerintah memang tengah memusatkan konsentrasi pada pengembangan bidang STEM. Langkah ini diambil karena Indonesia dinilai masih tertinggal dalam penguasaan sains dan teknologi dibandingkan negara-negara maju maupun beberapa negara berkembang lainnya.
“Pemerintah melihat bahwa kita masih cukup tertinggal dalam penguasaan sains, teknologi, teknik, dan matematika. Padahal, bidang-bidang ini sangat menentukan daya saing bangsa di masa depan,” lanjutnya.
Menurut Prasetyo, penguatan pendidikan STEM menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global, termasuk transformasi digital, industrialisasi berbasis teknologi, hingga persaingan ekonomi internasional. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa dana pendidikan negara benar-benar diarahkan untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing tinggi.
Meski demikian, Prasetyo menegaskan bahwa peningkatan porsi beasiswa STEM tidak serta-merta menghilangkan dukungan terhadap bidang ilmu lain. Pemerintah tetap mengakui peran penting ilmu sosial dan humaniora, namun dengan prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Kebijakan ini bukan berarti meniadakan bidang lain, tetapi lebih kepada penajaman prioritas agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan di sektor-sektor strategis,” jelasnya.
Rencana penguatan alokasi beasiswa LPDP untuk STEM ini diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam kebijakan teknis ke depan, seiring dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaya saing global melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

































