Program satu siswa satu laptop mulai diterapkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari. Program ini ditandai dengan penyaluran 49 unit laptop bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah.
Kepala SRMP 25 Kendari menjelaskan bahwa seluruh laptop tersebut dimanfaatkan langsung oleh siswa selama jam sekolah untuk berbagai kebutuhan pembelajaran. Mulai dari mengakses Learning Management System (LMS) sekolah, mengikuti pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga memantau hasil belajar dan nilai akademik secara daring.
“Laptop ini bukan sekadar alat, tetapi menjadi bagian dari proses belajar siswa sehari-hari. Semua digunakan secara terarah dan terkontrol selama jam sekolah,” ujarnya.
Selain siswa, para guru di SRMP 25 Kendari juga akan mendapatkan fasilitas laptop guna menunjang proses pembelajaran digital dan administrasi akademik. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pendidik dalam mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis teknologi secara optimal.
Tak hanya itu, ruang-ruang kelas di SRMP 25 Kendari kini telah dilengkapi dengan smartboard, sehingga interaksi belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan modern. Penggunaan smartboard memungkinkan guru menyajikan materi secara visual dan dinamis, serta mendorong partisipasi aktif siswa.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah melalui Kemensos dalam mendukung transformasi digital pendidikan, khususnya di sekolah rakyat. Diharapkan, penerapan teknologi ini dapat meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan era digital.
Dengan diterapkannya program satu siswa satu laptop, SRMP 25 Kendari diharapkan menjadi contoh penerapan pembelajaran digital yang inklusif dan berkualitas, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi siswa terhadap pengetahuan dan teknologi masa depan.
































