Menteri Pendiidkan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meminta semua guru harus bida jadi konselor seperti Bimbingan dan Konseling (BK), guna mencegah kekerasan di sekolah.
Sekilas ini terlihat seperti kebijakan progresif tapi bisa juga jadi kebijakan yang buru-buru.
Pertimbangannya apa nih, Pak Abdul Mu’ti ?
Memang benar guru di sekolah itu punya peran penting untuk tumbuh kembang, perubahan perilaku dan emosional anak. Tapi kemampuan guru mata pelajaran buat mengidentifikasikan perubahan dan perilaku siswa itu berbeda dengan kemampuan guru BK.
Guru BK di sekolah, kalau menurut studi terbaru dalam Journal of Child & Adloscent Trauma (2025), terlatih secara khusus untuk menangani trauma dan memastikan siswa mendapatkan dukungan yang diperlukan.
Artikel ini juga bilang, adanya konselor berperan penting dalam menalin kerja sama dengan guru, orang tua dan tenanga ahli eksternal jika dibutuhkan.





































