Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Guru tentang model-model pembelajaran berbasis deep learning bagi guru jenjang SMP/MTs se-Kota Kupang tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Neo Hotel Kupang pada 18–20 Februari 2026 dan diikuti perwakilan guru dari 72 SMP/MTs di Kota Kupang. Tujuannya, mendorong pembelajaran yang lebih efektif, mendalam, dan tidak lagi sekadar berorientasi pada hafalan.
Dalam bimtek ini, para pelatih memperkenalkan lima model pembelajaran yang diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Lima model tersebut adalah: kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), kooperatif tipe Two Stay–Two Stray (TS-TS), Guided Inquiry (pertanyaan terbimbing), Problem Based Learning (PBL), dan Gallery Walk. Para pelatih yang membawakan materi merupakan lima guru terbaik di Kota Kupang yang sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat oleh Dinas Pendidikan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang sebagai Training of Trainer bagi dua guru dari setiap sekolah. “Dua guru yang dibimbing selama tiga hari ini nantinya menjadi pelatih bagi guru-guru lain di sekolah mereka sebelum model pembelajaran tersebut diterapkan di kelas,” ujarnya. Ernest juga mengingatkan para guru agar menjalankan profesi dengan sepenuh hati, bukan semata-mata untuk pimpinan, melainkan demi masa depan anak-anak sebagai generasi penerus daerah dan bangsa Indonesia.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, menambahkan bahwa 90 persen isi bimbingan berupa praktik langsung. Dalam sesi ini, pelatih bertindak sebagai guru dan peserta menjadi siswa sehingga lima model pembelajaran tersebut dapat dipraktikkan secara nyata. Setelah bimtek, kepala sekolah wajib memfasilitasi forum belajar di tingkat sekolah agar dua guru perwakilan bisa menularkan materi kepada rekan-rekan guru lain. Okto mengakui kualitas pembelajaran di Kota Kupang masih cenderung berada di permukaan dan bertumpu pada hafalan. Ia berharap model pembelajaran berbasis deep learning mampu menghadirkan nuasana baru.





































