Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya peran guru Sekolah Rakyat sebagai teladan atau role model bagi para siswa, tidak hanya dalam sikap dan perilaku, tetapi juga hingga hal-hal mendasar seperti cara berpakaian dan kerapian berpenampilan. Penegasan tersebut disampaikan dalam arahannya terkait penguatan karakter dan disiplin di lingkungan Sekolah Rakyat.
Menurut Prabowo, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya siswa Sekolah Rakyat yang disiapkan sebagai generasi unggul, berdisiplin, dan percaya diri. Oleh karena itu, keteladanan guru harus tampak secara menyeluruh, mulai dari tutur kata, etika, hingga penampilan sehari-hari.
“Guru harus menjadi contoh. Bukan hanya mengajar, tapi juga menunjukkan disiplin, kerapian, dan sikap yang pantas ditiru oleh murid-muridnya,” tegas Prabowo.
Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun budaya disiplin tersebut, Prabowo membuka kemungkinan pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan pelatihan terkait kerapian seragam dan atribut. Pelatihan ini dimaksudkan bukan dalam konteks militerisasi pendidikan, melainkan sebagai pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pembiasaan hidup tertib.
Keterlibatan TNI-Polri diharapkan dapat membantu guru dan siswa memahami pentingnya kerapian, ketertiban, serta tanggung jawab terhadap identitas sekolah. Mulai dari penggunaan seragam yang rapi, atribut yang sesuai ketentuan, hingga sikap disiplin dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih. Dalam konteks tersebut, pembentukan karakter dinilai menjadi aspek yang sama pentingnya dengan penguasaan akademik.
Dengan menjadikan guru sebagai figur teladan yang utuh, Prabowo berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, beretika, dan memiliki kedisiplinan tinggi. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kualitas guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan nasional.

































