“Sekolah dasar negeri di Bangkalan ini mendadak berubah wajah setelah angin kencang dan hujan deras yang terjadi pada 11–12 Januari 2026 merusak bangunan utama. SDN Tlagah 2 di Kecamatan Galis mengalami kerusakan serius pada ruang kelas dan ruang guru, hingga plafon dan atapnya runtuh dan tidak lagi aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Akibatnya, sekitar 110 siswa kelas 4, 5, dan 6 harus berpindah belajar ke teras rumah warga dan teras rumah kepala sekolah. Mereka mengikuti pelajaran dengan duduk lesehan di lantai, tanpa meja dan kursi, sementara hanya sebagian ruang kelas yang masih bisa ditempati oleh siswa kelas 1 sampai 3. Meski sarana sederhana, para guru tetap berupaya menjalankan proses pembelajaran agar anak-anak tidak terlalu tertinggal.
Rifki Asrofi, siswa kelas 6, mengaku sedih memulai semester genap dengan kondisi seperti ini. Ia tetap berangkat sekolah mengenakan seragam lengkap, duduk di lantai teras rumah warga untuk belajar, dan berharap ruang kelasnya segera diperbaiki karena tahun ini ia akan menghadapi ujian kelulusan. “Ingin segera kembali ke kelas, ada meja dan bangku seperti dulu,” kurang lebih demikian harapannya.
Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati, menjelaskan banyak orangtua yang menyampaikan keluhan dan kekhawatiran. Jika bangunan tidak segera diperbaiki, mereka khawatir akan semakin banyak siswa yang pindah ke sekolah lain, mengingat sudah ada yang memutuskan pindah sejak tahun sebelumnya karena kondisi gedung yang terus memburuk. Fatmawati berharap perhatian serius pemerintah agar anak-anak di Tlagah bisa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.

























