Dua puluh lima tahun mengabdi sebagai guru honorer bukanlah waktu yang singkat. Namun, kesabaran dan dedikasi panjang itulah yang akhirnya berbuah manis bagi Cacang Hidayat (55), guru di SMP Negeri 2 Cibadak, yang kini resmi diangkat sebagai pegawai tetap.
Sejak pertama kali mengajar, Cacang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Selama seperempat abad, ia tetap setia menjalankan tugas sebagai pendidik meskipun harus menghadapi keterbatasan kesejahteraan dan ketidakpastian status kepegawaian sebagai guru honorer.
Dengan wajah penuh syukur, Cacang mengaku tidak menyangka penantian panjangnya akhirnya berakhir bahagia. “Saya hanya ingin terus mengajar dan bermanfaat bagi anak-anak. Alhamdulillah, akhirnya ada kepastian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Pengangkatan Cacang sebagai pegawai tetap menjadi kabar menggembirakan, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan guru honorer lainnya. Kisah ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan pengabdian panjang tenaga pendidik layak mendapatkan penghargaan dan kepastian status kerja.
Kepala SMPN 2 Cibadak menyampaikan apresiasi atas ketekunan dan loyalitas Cacang selama ini. Menurutnya, Cacang dikenal sebagai sosok guru yang disiplin, berdedikasi tinggi, serta memiliki hubungan yang baik dengan peserta didik dan rekan sejawat.
Kisah Cacang Hidayat juga menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang peran besar guru honorer dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya di sekolah negeri. Pemerintah diharapkan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada tenaga pendidik, sehingga pengabdian puluhan tahun tidak lagi berujung pada ketidakpastian.
Kini, senyum bahagia terpancar dari wajah Cacang Hidayat. Penantian panjang selama 25 tahun akhirnya terbayar, menjadi inspirasi dan harapan bagi ribuan guru honorer lainnya di seluruh Indonesia.





































