Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh besaran gaji atau megahnya gedung sekolah, melainkan oleh kecintaan guru terhadap profesinya sebagai pendidik.
Hal tersebut disampaikan Plt Kadisdik Aceh dalam sebuah kesempatan pembinaan guru. Ia mengingatkan bahwa ketika guru berhenti mencintai pekerjaannya, pada saat itulah pendidikan akan mengalami stagnasi.
“Pendidikan bukan hanya soal kesejahteraan dan fasilitas. Ketika guru kehilangan panggilan hati dalam mengajar, di situlah pendidikan mulai mandek,” tegasnya.
Lebih lanjut, Plt Kadisdik Aceh menekankan pentingnya guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi. Menurutnya, guru harus melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memanfaatkan perangkat digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Ia juga mengajak para guru untuk kembali mengingat ‘alasan pertama’ mereka memilih profesi pendidik, yakni niat tulus untuk mencerdaskan generasi bangsa dan membentuk karakter peserta didik.
“Teknologi boleh berubah, kurikulum bisa berganti, tetapi nilai pengabdian dan semangat mendidik harus tetap hidup,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pendidikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari komitmen, keteladanan, dan semangat belajar sepanjang hayat yang dimiliki para guru.





































