Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai alat bantu tambahan. Teknologi ini telah menjadi bagian dari cara baru manusia belajar, bekerja, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Perubahan tersebut membawa peluang besar, sekaligus tantangan serius bagi dunia pendidikan.
Di tengah pesatnya adopsi AI, tantangan utama bukan hanya memastikan generasi muda mampu menguasai teknologi. Lebih dari itu, bagaimana memastikan penggunaan AI tetap berlandaskan nilai, etika, dan keadaban digital menjadi persoalan yang tak kalah penting. Tanpa pendampingan yang tepat, pemanfaatan AI berisiko mengikis daya kritis, empati, dan tanggung jawab moral pengguna.
Maraknya konten manipulatif, informasi menyesatkan, serta budaya baca serba cepat turut memperkuat urgensi peran sekolah. Peserta didik semakin mudah mengakses informasi instan, namun belum tentu memiliki kemampuan memilah, memverifikasi, dan memahami konteks secara mendalam. Dalam situasi ini, AI dapat menjadi pisau bermata dua—mempercepat pembelajaran, tetapi juga berpotensi menumpulkan proses berpikir jika digunakan tanpa kontrol dan literasi yang memadai.
Sekolah dan guru dinilai memegang peran strategis sebagai penjaga nilai kemanusiaan di era digital. Guru tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga membimbing siswa agar menggunakan AI secara bertanggung jawab, kritis, dan beretika. Penanaman nilai kejujuran, empati, kerja sama, serta tanggung jawab sosial menjadi fondasi penting agar teknologi dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.
Pendidikan berbasis AI idealnya diarahkan untuk memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya. AI dapat membantu personalisasi pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, dan meningkatkan efisiensi. Namun, keputusan, penilaian moral, serta pembentukan karakter tetap harus berada di tangan manusia.
Dengan pendekatan yang seimbang antara penguasaan teknologi dan penanaman nilai, dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga beradab. Di tengah perubahan zaman yang cepat, sekolah menjadi benteng penting agar kemajuan AI tetap berjalan seiring dengan kemanusiaan.
































