“Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keterlibatan mitra strategis sangat krusial untuk menyukseskan berbagai program pendidikan, terutama yang berfokus pada pemenuhan hak-hak anak. Dalam keterangan di Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026, ia menyatakan Kemendikdasmen sangat senang dapat bekerja sama dengan banyak pihak agar program bisa dijalankan lebih baik dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Salah satu mitra yang disorot adalah Save the Children, yang selama ini aktif mendampingi Kemendikdasmen dalam menjalankan sejumlah program prioritas. Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada organisasi tersebut atas kerja sama yang telah terjalin, sehingga program-program pendidikan yang dirancang kementerian dapat diimplementasikan secara bersama.
Pada 26 Januari 2026, Kemendikdasmen dan Save the Children menandatangani nota kesepahaman sebagai wujud dukungan terhadap Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kolaborasi ini diarahkan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan melindungi hak-hak anak di setiap satuan pendidikan.
Chief Executive Officer Save the Children UK, Moazzam Malik, menilai nota kesepahaman itu sebagai langkah penting dalam membangun budaya sekolah yang benar-benar aman dan nyaman bagi anak. Ia menegaskan bahwa visi tentang sekolah aman dan nyaman sejalan dengan misi Save the Children di Indonesia, sehingga lembaganya berkomitmen penuh mendukung kerja Kemendikdasmen.
Ketua Dewan Pengurus sekaligus CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany, menambahkan bahwa Kemendikdasmen adalah mitra strategis dalam upaya memastikan hak-hak anak, khususnya hak atas pendidikan dan perlindungan, selalu terjaga. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan memperkuat pemanfaatan modul-modul pembelajaran berfokus perlindungan anak oleh guru, orang tua, dan sekolah, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang



























