“Rizal mengembangkan sistem berbasis website dengan mengutak-atik coding secara mandiri, dimulai dari pembuatan sistem absensi online. Pada tahap awal, ia menggabungkan teknologi Quick Response (QR) Code dan face recognition untuk memastikan proses presensi siswa lebih akurat dan efisien. Sistem ini tidak hanya mencatat kehadiran, tetapi juga diintegrasikan dengan WhatsApp Gateway sehingga orang tua akan menerima laporan kehadiran anak secara otomatis.
“Melalui sistem ini, orang tua bisa langsung menerima notifikasi kehadiran anaknya secara real time. Harapannya, komunikasi antara sekolah dan wali murid menjadi lebih transparan dan efektif,” ujar Rizal saat ditemui di salah satu warung kopi di Karanganyar, Selasa malam (27/1/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Karena itu, literasi dan keterampilan digital tidak boleh hanya dimiliki siswa, tetapi juga penting bagi pengelola sekolah dan para guru. Ia menilai keterbukaan informasi dan transparansi layanan pendidikan selaras dengan visi MI Muhammadiyah Karanganyar, yakni melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, unggul, peduli lingkungan, dan berwawasan global berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Madrasah perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai keislaman. Digitalisasi justru menjadi sarana untuk mendukung pembelajaran abad ke-21 yang aktif, kreatif, dan relevan,” tambahnya.
Ke depan, MI Muhammadiyah Karanganyar juga merencanakan kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mengembangkan kantin digital. Melalui kartu digital multifungsi, siswa diharapkan dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari pembayaran biaya pendidikan, bertransaksi di kantin sekolah, hingga presensi yang bisa dipantau langsung oleh wali kelas dan orang tua.
Rizal berharap proyek madrasah digital ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pendidikan Islam yang modern, transparan, dan siap bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri keislaman. Langkah kecil dari sebuah madrasah di Karanganyar ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk bergerak ke arah transformasi digital yang bermakna.”




































