Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat memberikan bantuan kepada murid, guru, dan tenaga kependidikan yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau langsung SDN Kebon Kosong 09 dan menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah atau school kit yang berisi tas, seragam sekolah, serta kebutuhan belajar lainnya. Selain itu, para siswa terdampak juga menerima santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak setelah musibah terjadi.
Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menyiapkan 139 paket school kit dan bantuan santunan yang akan disalurkan kepada seluruh murid terdampak, baik yang berada di lingkungan sekolah maupun kawasan sekitar lokasi kebakaran. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak korban bencana.
Tidak hanya siswa, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik dan kependidikan yang turut menjadi korban kebakaran. Kemendikdasmen menyalurkan bantuan santunan kepada guru dan tenaga kependidikan yang mengalami kerugian akibat musibah tersebut agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan tugas pendidikan.
Selain bantuan material, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa terdampak. Pendampingan ini bertujuan membantu anak-anak mengatasi dampak emosional dan psikologis akibat kehilangan tempat tinggal, lingkungan belajar, maupun pengalaman traumatis yang mereka alami selama kebakaran.
Berdasarkan asesmen awal, sejumlah siswa mengalami gangguan tidur, penurunan nafsu makan, rasa cemas, serta kesulitan berkonsentrasi. Karena itu, layanan dukungan psikososial akan terus diberikan dalam masa pemulihan agar kondisi mental dan semangat belajar mereka dapat kembali pulih secara optimal.
Kemendikdasmen juga memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester akibat terdampak kebakaran, sekolah akan memberikan kesempatan mengikuti ujian susulan sehingga hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap terjaga. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta guna memastikan seluruh layanan pendidikan bagi korban kebakaran berjalan dengan baik.
Melalui bantuan perlengkapan sekolah, santunan, dan pendampingan psikososial, Kemendikdasmen berharap para siswa, guru, dan keluarga yang terdampak dapat segera bangkit serta kembali menjalani aktivitas belajar mengajar dengan semangat baru.








