Tabanan – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan perubahan nyata bagi sejumlah sekolah di Kabupaten Tabanan, Bali. Tidak hanya memperbaiki infrastruktur sekolah, program ini juga berhasil mengatasi berbagai kendala pembelajaran, termasuk sistem kelas bergilir yang selama ini diterapkan akibat keterbatasan ruang belajar.
Salah satu sekolah yang merasakan dampak signifikan adalah SMP Negeri 6 Tabanan. Sebelum revitalisasi, sekolah tersebut harus menerapkan pembelajaran dua shift karena jumlah ruang kelas yang tidak mencukupi. Setelah menerima bantuan berupa pembangunan lima ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, dan pembangunan fasilitas pendukung, seluruh kegiatan belajar kini dapat dilaksanakan pada pagi hari secara normal.
Kepala SMP Negeri 6 Tabanan, I Ketut Sutrisna, menyampaikan bahwa kehadiran ruang kelas baru membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Selain meningkatkan kenyamanan siswa, pengawasan terhadap kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan dengan lebih optimal karena seluruh peserta didik berada di sekolah pada waktu yang sama.
Selain pembangunan fisik, sekolah juga memperoleh dukungan digitalisasi pembelajaran melalui pemasangan Interactive Flat Panel (IFP). Perangkat teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran modern.
Dampak revitalisasi turut dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka mengaku kini dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa harus mengikuti kelas pada siang hari. Interaksi antarangkatan menjadi lebih baik, suasana sekolah lebih hidup, dan proses pembelajaran berlangsung lebih kondusif dibandingkan sebelumnya.
Program revitalisasi tidak hanya menyasar SMP Negeri 6 Tabanan. SD Negeri 3 Gubug yang berada di wilayah pelosok juga memperoleh bantuan berupa rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta fasilitas sanitasi yang lebih layak. Kehadiran fasilitas tersebut membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
Manfaat serupa dirasakan oleh Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Tabanan. Revitalisasi yang dilakukan mengubah aula yang sebelumnya rusak berat menjadi ruang kelas baru yang lebih representatif. Perbaikan tersebut berdampak pada meningkatnya semangat belajar peserta didik dan mendukung pelaksanaan program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Di tingkat pendidikan anak usia dini, TK Negeri Tabanan juga memperoleh perbaikan fasilitas sanitasi. Toilet yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki sehingga dapat digunakan dengan baik oleh peserta didik. Lingkungan belajar yang lebih bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya bertujuan membangun gedung baru, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Secara nasional, program revitalisasi terus diperluas sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan revitalisasi menjangkau puluhan ribu satuan pendidikan pada tahun 2026.
Melalui program revitalisasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap seluruh peserta didik dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak tanpa memandang lokasi sekolah. Keberhasilan sekolah-sekolah di Tabanan menjadi contoh bahwa investasi pada sarana pendidikan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.









