Mendikdasmen Dorong Literasi Sejak SD, Murid SDN 6 Sumerta Dilatih Berpikir Kritis dan Aktif Berpendapat
Denpasar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penerapan pembelajaran yang bermakna melalui penguatan literasi dan pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah. Salah satu praktik baik terlihat di SDN 6 Sumerta, Denpasar, Bali, di mana para murid diajak terlibat aktif dalam proses belajar melalui permainan kata, penyusunan kalimat, hingga menyampaikan pendapat secara langsung di depan kelas.
Pendekatan ini menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga aktif berpikir, berdiskusi, mengembangkan ide, serta mengekspresikan pemahaman mereka melalui berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan dan interaktif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan literasi sejak pendidikan dasar menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kebiasaan membaca, menulis, dan mengemukakan pendapat secara terstruktur akan membantu anak mengembangkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah sejak dini.
Di SDN 6 Sumerta, pembelajaran literasi tidak hanya dilakukan melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui berbagai aktivitas kreatif yang mendorong siswa untuk berani berbicara dan menyampaikan gagasan. Suasana kelas dirancang agar murid merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan mereka tanpa rasa takut.
Kemendikdasmen menilai bahwa pembelajaran yang mendalam terjadi ketika peserta didik memahami makna dari apa yang dipelajari dan mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, proses belajar perlu dirancang agar lebih partisipatif dan memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi serta membangun pengetahuan secara mandiri.
Penguatan literasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi merupakan keterampilan dasar yang akan mendukung keberhasilan siswa dalam mempelajari berbagai bidang ilmu pada jenjang pendidikan berikutnya.
Selain penguatan metode pembelajaran, pemerintah juga mendukung peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui program Wujudkan Sekolah ASRI. Program ini menghadirkan revitalisasi ruang kelas dan fasilitas pendidikan agar lebih aman, sehat, nyaman, serta mendukung proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Lingkungan sekolah yang baik diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu guru menerapkan berbagai inovasi pembelajaran. Ruang kelas yang nyaman menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna.
Melalui penguatan literasi, pembelajaran mendalam, serta revitalisasi lingkungan sekolah, Kemendikdasmen berharap lahir generasi Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Pendidikan yang berkualitas dimulai dari ruang kelas yang mampu menginspirasi anak untuk belajar, berpikir, dan berani menyampaikan gagasan.




