BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menunjuk Mark Aditya sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Penunjukan tersebut dilakukan saat Gubernur meninjau langsung layanan SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat. Mark Aditya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang e-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat dipercaya memimpin Tikomdik hingga ditetapkannya pejabat definitif yang baru.
Menurut Dedi Mulyadi, seluruh aplikasi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat idealnya dibangun secara terintegrasi melalui Diskominfo. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas layanan publik sekaligus menghindari kendala koordinasi dan sinkronisasi data antarperangkat daerah.
Penunjukan Plh Kepala Tikomdik menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mempercepat penyempurnaan sistem digital pendidikan menjelang pelaksanaan SPMB 2026. Integrasi sistem diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala teknis yang sempat muncul serta memastikan proses penerimaan murid baru berjalan lebih lancar dan transparan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut. Ia memastikan seluruh jajaran panitia SPMB akan bersinergi di bawah koordinasi teknis Plh Kepala UPTD Tikomdik yang baru demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Purwanto juga menegaskan bahwa penguatan sistem digital menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan SPMB. Dengan dukungan teknologi yang lebih terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan pendaftaran secara lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan. Selain meningkatkan kualitas layanan publik, integrasi sistem juga diharapkan mampu memperkuat keamanan data, mempercepat proses validasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB 2026.









