JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan program “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai bagian dari upaya mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, olahraga, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai program prioritas untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Program tersebut meliputi revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Dalam bidang sarana dan prasarana, Kemendikdasmen melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah pada 2025 telah terealisasi sepenuhnya dengan menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan. Sementara pada 2026, pelaksanaan revitalisasi telah berjalan hampir 70 persen dari alokasi yang direncanakan dengan ribuan sekolah memasuki tahap pengerjaan.
Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga mempercepat transformasi digital pendidikan. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan ratusan ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Guru ASN kini menerima Tunjangan Profesi Guru sebesar satu kali gaji pokok yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Sementara guru non-ASN yang telah tersertifikasi memperoleh tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis mereka dalam dunia pendidikan.
Di bidang peningkatan kompetensi, pemerintah melanjutkan program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Setelah menjangkau 12.500 guru pada 2025, program tersebut diperluas pada 2026 dengan target mencapai 150.000 guru di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelola proses pembelajaran. Karena itu, berbagai program penguatan kompetensi guru terus diperluas agar manfaat pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, Kemendikdasmen optimistis visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dapat terwujud. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.









