Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu kepada ribuan sekolah di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat budaya literasi peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, bantuan buku diprioritaskan bagi sekolah yang berdasarkan Asesmen Nasional (AN) 2025 masih memiliki capaian literasi di bawah kompetensi minimum dan belum pernah menerima bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sekolah penerima buku-buku ini diprioritaskan adalah mereka yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi serta belum memperoleh bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Abdul Mu’ti.
Didistribusikan ke Lebih dari 24 Ribu Sekolah
Sebanyak 5.538.300 eksemplar buku akan disalurkan ke:
- 18.444 Sekolah Dasar (SD)
- 6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses terhadap bacaan berkualitas sekaligus meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
Tiga Langkah Membangun Generasi Unggul
Menurut Abdul Mu’ti, penguatan literasi dilakukan melalui tiga langkah utama, yaitu:
- Menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement)
- Meningkatkan kecakapan membaca
- Menjamin ketersediaan bahan bacaan yang bermutu
Ketiga langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya membaca sejak dini sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan.
Buku Bergambar, Komik, hingga Braille
Buku yang didistribusikan terdiri atas berbagai jenis bacaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Untuk siswa SD, tersedia buku bergambar yang menarik dan mudah dipahami, sedangkan siswa SMP akan menerima komik edukatif serta novelet.
Selain buku cetak, Kemendikdasmen juga menyediakan:
- Buku digital
- Buku audio
- Video pembelajaran
- Buku Braille bagi peserta didik berkebutuhan khusus
Langkah ini dilakukan agar layanan literasi dapat menjangkau seluruh peserta didik secara lebih inklusif.
Lebih dari 42 Juta Buku Telah Didistribusikan
Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia.
Program tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan bahwa sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan kemampuan literasi yang lebih baik dibandingkan sekolah yang belum menerima bantuan serupa.
Anggaran Capai Rp40,6 Miliar
Dalam program distribusi tahun 2026 ini, pemerintah menyalurkan:
- 3.688.800 buku untuk jenjang SD
- 1.849.500 buku untuk jenjang SMP
dengan total anggaran sebesar Rp40.657.715.000.
Melalui penyediaan bahan bacaan yang lebih beragam dan berkualitas, pemerintah berharap semakin banyak peserta didik yang memiliki kebiasaan membaca serta kemampuan literasi yang lebih baik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.









