Memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) bukan hanya tentang kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Kesiapan emosional, sosial, dan mental anak juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Oleh karena itu, pendidikan pra-sekolah memiliki peran strategis dalam mempersiapkan anak menghadapi masa transisi dari PAUD ke SD.
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa satu tahun pendidikan pra-sekolah merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Makassar, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesiapan anak secara menyeluruh sebelum masuk SD.
Menurut Melinda, satu tahun pra-sekolah bukan sekadar memenuhi tahapan pendidikan, melainkan masa yang sangat penting untuk membangun kesiapan anak menghadapi lingkungan baru. Pada periode ini, anak perlu memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi, belajar mandiri, berinteraksi dengan teman sebaya, mengelola emosi, serta mengenal rutinitas yang akan ditemui di sekolah dasar.
Selama ini, masih banyak orang tua yang lebih menitikberatkan perhatian pada kemampuan akademik, khususnya calistung. Padahal, kesiapan sekolah memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Anak yang memiliki kesiapan emosional dan sosial yang baik cenderung lebih percaya diri, mampu mengikuti aturan di kelas, mudah menjalin hubungan dengan teman, serta lebih nyaman mengikuti proses pembelajaran.
Melinda juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan fase golden age, yaitu enam tahun pertama kehidupan anak. Pada masa ini, perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga anak membutuhkan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan motorik, bahasa, kognitif, sosial, dan emosional secara optimal.
Selain peran keluarga, guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi proses transisi anak menuju pendidikan dasar. Guru diharapkan mampu memahami karakter, kebutuhan, dan tahapan perkembangan setiap anak karena masing-masing memiliki kemampuan dan gaya belajar yang berbeda. Oleh sebab itu, pembelajaran yang berpusat pada aktivitas bermain dan pengalaman yang menyenangkan dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta semangat belajar anak.
Pemerintah Kota Makassar terus mendorong terciptanya proses transisi dari PAUD ke SD yang ramah anak. Lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga peserta didik baru dapat menjalani pengalaman belajar pertama di sekolah dasar dengan penuh percaya diri.
Melalui kolaborasi antara orang tua, guru, dan pemerintah, diharapkan setiap anak memperoleh bekal yang utuh sebelum memasuki jenjang SD. Dengan demikian, mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan emosional, sosial, dan mental yang menjadi fondasi penting bagi keberhasilan belajar di masa depan.









