Pendaftaran penerimaan taruna baru Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 2026 resmi dibuka mulai 18 hingga 30 Agustus 2026. Sekolah kedinasan di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) ini membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal SSCASN BKN. Peserta yang ingin mengikuti seleksi harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari status kewarganegaraan, pendidikan, nilai akademik, kesehatan, hingga ketentuan khusus seperti belum pernah menikah dan bersedia tinggal di asrama selama menjalani pendidikan.
Untuk lulusan 2024, 2025, dan 2026, nilai rata-rata ijazah yang dipersyaratkan minimal 85. Peserta juga harus memiliki nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau bahasa asing lain sesuai ketentuan. Lulusan 2026 yang belum menerima ijazah dapat menggunakan nilai rapor semester 1–5 sesuai persyaratan.
STIN menyediakan tiga program pendidikan, yaitu Sarjana Agen Intelijen, Sarjana Analis Intelijen, serta Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber. Program Sarjana Agen Intelijen dan Sarjana Analis Intelijen dapat diikuti lulusan SMA/sederajat, sedangkan program Keamanan dan Intelijen Siber ditujukan bagi lulusan SMK/MAK dari jurusan yang berkaitan dengan komputer, teknologi informasi, jaringan, multimedia, desain, dan bidang teknologi lainnya.
Pada penerimaan tahun 2026, STIN menyediakan 100 kuota taruna/taruni, yang terdiri atas 60 orang untuk Sarjana Agen Intelijen, 20 orang untuk Sarjana Analis Intelijen, dan 20 orang untuk Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber. Peserta yang diterima juga harus bersedia menjalani ikatan dinas pertama selama 16 tahun setelah dinyatakan lulus dari STIN.
Tahapan seleksi dimulai dari seleksi administrasi pada 18 Agustus–1 September 2026, kemudian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 22 September–7 Oktober 2026, dan dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Oktober 2026. Informasi mengenai jadwal lengkap dan tahapan seleksi dapat dipantau melalui portal penerimaan STIN.
Penerimaan taruna STIN disebut tidak dipungut biaya, dengan pengecualian biaya pelaksanaan SKD sesuai ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yaitu Rp100 ribu. Peserta diimbau memastikan seluruh persyaratan terpenuhi dan mengikuti informasi resmi agar tidak melewatkan tahapan pendaftaran.









