Kesejahteraan siswa (student well-being) masih jarang menjadi fokus utama di Indonesia, padahal aspek ini sangat berpengaruh terhadap kondisi psikososial dan prestasi akademik peserta didik.
Hasil riset Neti Hernawati terhadap siswa SMA di wilayah pegunungan dan pesisir Jawa Barat menunjukkan bahwa perbedaan konteks geografis serta iklim sekolah membentuk pengalaman belajar yang tidak sama antarwilayah.
- Siswa yang tinggal di wilayah pegunungan merasakan tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan memandang iklim sekolah lebih positif dibandingkan siswa di wilayah pesisir.
- Perbedaan tersebut berkaitan dengan cara siswa memaknai pendidikan sebagai sarana untuk mengubah masa depan mereka.
- Efikasi diri akademik saja tidak mencukupi; kesejahteraan siswa meningkat ketika keyakinan diri disertai dengan motivasi belajar yang kuat.
- Iklim sekolah yang kondusif menjadi faktor kunci dalam memperkuat motivasi dan kesejahteraan siswa di kedua wilayah.
- kebijakan pendidikan perlu peka terhadap konteks lokal dan tidak menerapkan satu pendekatan yang sama untuk semua sekolah



























