Migrant Center Batam Tourism Polytechnic Diresmikan, Menteri P2MI Minta Penguatan Bahasa Asing
Batam – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meresmikan Migrant Center di Batam Tourism Polytechnic (BTP) sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya sektor hospitality dan pariwisata. Kehadiran Migrant Center diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pekerja migran yang profesional, terampil, dan terlindungi. Melalui Migrant Center, mahasiswa dan lulusan akan memperoleh akses terhadap informasi peluang kerja luar negeri, peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga pendampingan penempatan kerja yang aman dan sesuai prosedur.
Dalam sambutannya, Mukhtarudin menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja global. Banyak negara saat ini menghadapi tantangan penuaan penduduk sehingga membutuhkan tenaga kerja produktif dari negara lain. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi lulusan pendidikan vokasi Indonesia untuk berkarier di tingkat internasional.
Namun demikian, Menteri P2MI menilai penguasaan bahasa asing masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat. Menurutnya, kemampuan teknis lulusan Indonesia sudah cukup kompetitif, tetapi kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja global. Penguasaan bahasa Inggris, Jepang, Korea, maupun bahasa lain yang sesuai dengan negara tujuan menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Batam Tourism Polytechnic dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja sektor hospitality karena kurikulumnya berorientasi pada kebutuhan industri. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter profesional dan wawasan internasional.
Selain penguatan bahasa asing, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi. Keterampilan tersebut menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital dan persaingan global yang semakin dinamis. Lulusan tidak hanya dituntut mampu bekerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan memberikan nilai tambah bagi industri.
Migrant Center akan berfungsi sebagai pusat pengembangan kompetensi sekaligus pusat informasi karier internasional. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian P2MI dan perguruan tinggi vokasi dalam mendukung program peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia menuju kategori tenaga kerja profesional dan terampil.
Pemerintah berharap keberadaan Migrant Center di Batam Tourism Polytechnic dapat memperluas akses generasi muda terhadap peluang kerja global yang aman dan berkualitas. Dengan dukungan pendidikan vokasi yang kuat, kemampuan bahasa asing yang memadai, serta sertifikasi kompetensi yang diakui, lulusan Indonesia diharapkan mampu menjadi talenta hospitality kelas dunia yang membanggakan bangsa.









