BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu mengatasi kekurangan guru yang terjadi di berbagai satuan pendidikan di Jawa Barat.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, para kepala cabang dinas pendidikan, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat.
Melalui program PROBIDIK, UPI akan menerjunkan sebanyak 1.066 mahasiswa ke sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik. Penempatan mahasiswa dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dengan mempertimbangkan kesesuaian bidang keahlian mahasiswa dan kebutuhan mata pelajaran di sekolah.
Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai respons terhadap tingginya angka pensiun guru setiap tahun yang belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan guru pengganti. Karena itu, keterlibatan mahasiswa pendidikan diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah.
Seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah melalui proses seleksi dan pembekalan. Selama bertugas di sekolah, mereka akan mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing UPI dan guru pamong agar proses pembelajaran berjalan efektif serta memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan tenaga pendidik atau sarana pendidikan. Menurutnya, pendidikan juga harus mampu membentuk karakter, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, guru, dan keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter anak. Dengan sinergi berbagai pihak, pemerintah optimistis berbagai tantangan pendidikan, termasuk keterbatasan tenaga pendidik, dapat diatasi secara bersama-sama.
Program PROBIDIK diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan guru, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa calon guru untuk memperoleh pengalaman mengajar langsung di sekolah. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap memasuki dunia pendidikan profesional setelah menyelesaikan studi.









