Banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang memang perlahan mulai surut. Namun, dampak psikologis yang ditinggalkan, terutama bagi anak-anak, tidak serta-merta hilang begitu saja. Menyadari hal tersebut, tim psikologi Polri turun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan pendampingan psikososial kepada para siswa yang mengalami trauma akibat bencana.
Kegiatan pemulihan trauma itu dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak. Tim psikologi Polri mengajak para siswa mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan edukatif, outbound ringan, hingga sesi interaksi yang diwarnai tawa dan canda. Suasana yang dibangun sengaja dibuat menyenangkan agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan perlahan berani mengekspresikan perasaan mereka.
Menurut tim psikologi Polri, pengalaman menghadapi banjir dapat meninggalkan luka batin pada anak, mulai dari rasa takut berlebihan, kecemasan, hingga enggan beraktivitas seperti biasa, termasuk kembali ke sekolah. Oleh karena itu, pendampingan tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka dengan cara yang sesuai usia.
Dalam sesi-sesi tersebut, anak-anak diajak berkelompok, bekerja sama dalam permainan, serta berbagi cerita dengan pendamping. Aktivitas outbound ringan dimanfaatkan untuk melatih keberanian dan membangun kembali rasa percaya diri. Sementara itu, permainan dan tawa menjadi media efektif untuk meredakan ketegangan serta memulihkan semangat mereka.
Kehadiran tim psikologi Polri disambut hangat oleh para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai pendampingan ini sangat membantu proses pemulihan mental anak-anak, khususnya sebelum kembali menjalani aktivitas belajar secara normal. Guru berharap, dengan kondisi psikologis yang lebih stabil, siswa dapat kembali fokus dan termotivasi di sekolah.
Polri menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan kondisi mental masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. Melalui kegiatan psikososial ini, diharapkan trauma akibat banjir di Aceh Tamiang dapat berangsur pulih dan anak-anak kembali tersenyum, bermain, serta belajar dengan penuh semangat.




































