Dunia pendidikan di Kota Denpasar bersiap memasuki babak baru. Mulai tahun ajaran 2026/2027, sejumlah sekolah di ibu kota Provinsi Bali ini resmi menaikkan level pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan memasukkan materi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), coding, dan robotik ke dalam kegiatan belajar di kelas.
Kebijakan ini menandai langkah serius Denpasar dalam menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Materi AI, coding, dan robotik akan terintegrasi dalam mata pelajaran TIK dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta kemampuan peserta didik. Tujuannya tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga melatih cara berpikir logis, kreatif, dan problem solving sejak dini.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, sekolah-sekolah di Denpasar mulai melengkapi fasilitas pembelajaran digital. Penggunaan smartboard di ruang kelas diperluas untuk mendukung pembelajaran interaktif. Selain itu, guru dan siswa juga akan menggunakan buku ajar khusus yang dirancang untuk memudahkan pemahaman konsep teknologi digital, termasuk dasar-dasar pemrograman dan robotik.
Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan setempat menyatakan bahwa penerapan kurikulum ini dilakukan secara bertahap. Guru-guru TIK akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengajarkan materi AI, coding, dan robotik secara efektif dan sesuai dengan konteks pendidikan. Pendampingan juga akan dilakukan untuk memastikan proses transisi berjalan lancar tanpa membebani siswa.
Di sisi lain, integrasi teknologi canggih ke dalam kelas diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dengan pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja dan logika di baliknya. Pembelajaran robotik, misalnya, dirancang untuk melatih kolaborasi, ketelitian, dan kreativitas.
Transformasi kelas TIK di Denpasar ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang adaptif dan kompetitif di era digital. Meski tantangan seperti kesiapan infrastruktur dan pemerataan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pendidikan di Denpasar mulai bergerak menuju era baru pembelajaran berbasis teknologi.




































