Pemerintah terus mematangkan konsep Sekolah Terintegrasi melalui Program Rintisan Terpadu Menyeluruh (RTM) sebagai salah satu strategi nasional untuk mendorong pemerataan akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai model pendidikan berkelanjutan dari jenjang SD hingga SMA, dengan pendekatan yang menyeluruh dan inklusif.
Sekolah Terintegrasi dalam skema RTM menggabungkan penguatan akademik, pembentukan karakter, serta pengembangan kompetensi global peserta didik. Dengan sistem yang saling terhubung antarjenjang, peserta didik diharapkan dapat tumbuh secara konsisten, tidak hanya unggul dalam capaian belajar, tetapi juga memiliki nilai-nilai karakter, kepemimpinan, dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui RTM, negara hadir memastikan bahwa mutu pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Program ini menjadi upaya konkret untuk menjembatani kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
Selain aspek kurikulum, Sekolah Terintegrasi juga menekankan pengelolaan sekolah yang adaptif, dukungan sumber daya pendidik, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan literasi global.
Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Terintegrasi bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional. Melalui pematangan konsep dan implementasi bertahap lewat RTM, diharapkan lahir ekosistem pendidikan yang adil, inklusif, dan mampu menyiapkan generasi penerus bangsa menghadapi tantangan global.




































