PEKANBARU – Transformasi pendidikan digital terus berkembang di Indonesia. Sebanyak 123 guru Sekolah Dasar (SD) dari 101 sekolah di Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Universitas Riau (UNRI) untuk mengintegrasikan pembelajaran koding, deep learning, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses belajar mengajar.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan guru menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat. Tidak hanya memperkenalkan teknologi terbaru, program tersebut juga bertujuan membangun kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar pemrograman (coding), pemanfaatan teknologi AI dalam pendidikan, hingga penerapan metode pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa sejak usia dini.
Menurut penyelenggara, tujuan utama dari pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi kepada siswa, tetapi membentuk pola pikir komputasional (computational thinking). Kemampuan tersebut dinilai penting karena membantu siswa belajar menganalisis masalah, menyusun solusi secara sistematis, dan berpikir logis dalam menghadapi berbagai tantangan.
Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran juga sejalan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan, analisis data, dan teknologi informasi. Karena itu, pengenalan konsep-konsep dasar sejak jenjang sekolah dasar dianggap sebagai investasi penting bagi generasi mendatang.
Meski demikian, para guru tetap didorong untuk menggunakan teknologi secara bijak dan proporsional. AI diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung kreativitas, bukan menggantikan peran guru sebagai pendidik dan pembimbing utama di kelas.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari peserta karena memberikan wawasan baru mengenai strategi pembelajaran abad ke-21. Para guru berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital.
Dengan semakin banyaknya guru yang menguasai teknologi pendidikan, sekolah dasar diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.









