Potret pendidikan di daerah kembali jadi sorotan. Di SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kondisi bangunan sekolah sudah berada pada tahap sangat mengkhawatirkan. Sekitar 90 persen gedung dinyatakan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan paling mencolok terjadi pada beberapa ruang kelas yang atap dan bangunannya lapuk. Situasi itu mencapai puncaknya setelah hujan deras pada Sabtu malam, 11 April 2026, ketika salah satu atap kelas dilaporkan roboh. Beruntung, insiden tersebut terjadi pada malam hari sehingga tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban. Kepala sekolah mengaku sudah mengosongkan kelas tersebut sekitar dua tahun terakhir demi menghindari risiko kecelakaan saat proses belajar.
Akibat bangunan yang semakin rapuh, empat ruang kelas kini tidak lagi dipakai. Siswa-siswa harus berpindah tempat belajar ke berbagai lokasi alternatif, seperti balai desa, rumah perangkat desa, rumah guru, hingga kantor pemerintah desa. Hanya siswa kelas V dan VI yang masih menggunakan ruang di lingkungan sekolah, sementara kelas I sampai IV menempuh pembelajaran di luar gedung utama. Kondisi ini tentu jauh dari ideal, baik dari sisi kenyamanan maupun konsentrasi belajar.
Permasalahan tidak hanya berhenti pada fisik bangunan. Tanah di sekitar lokasi sekolah disebut rawan bergerak dan sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan. Pihak sekolah khawatir, jika perbaikan dilakukan setengah-setengah—misalnya hanya mengganti atap—risiko ambruk tetap besar karena struktur tembok sudah tidak kuat. Karena itu, harapannya perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh agar keamanan warga sekolah benar-benar terjamin.
Pihak sekolah telah mengajukan usulan bantuan lewat sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kabar baiknya, SDN Mencon disebut sudah masuk nominasi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Pati juga telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan berencana mengevaluasi kelayakan gedung sekolah lain yang masih menggunakan bangunan lama.
Warga sekolah dan masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan supaya para siswa bisa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.
















