Jessica Shally Anisa resmi dikukuhkan sebagai anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta periode 2026–2029. Di usia 25 tahun, Jessica menjadi anggota Generasi Z (Gen Z) pertama yang bergabung dalam jajaran 17 anggota DTKJ.
Lulusan Bachelor of Engineering bidang Urban and Regional Planning dari Kırklareli Üniversitesi tersebut membawa pengalaman akademik dan riset transportasi, termasuk keterlibatannya dalam penelitian proyeksi penumpang LRT Jakarta serta berbagai forum diskusi mengenai transportasi perkotaan.
Dorong Kebijakan Berbasis Data
Bertugas di Komisi Hukum dan Humas DTKJ, Jessica berharap rekomendasi kebijakan transportasi Jakarta semakin berbasis data, responsif terhadap kondisi lapangan, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.
Menurutnya, data menjadi fondasi penting dalam merancang sistem transportasi modern, mulai dari membaca pola perjalanan masyarakat, kebutuhan pengguna, kapasitas layanan, hingga integrasi antarmoda.
Jessica juga mendorong penguatan teknologi melalui integrasi data perjalanan, informasi transportasi secara real-time, sistem pembayaran yang semakin mudah, perencanaan rute berbasis mobilitas warga, hingga pengembangan armada transportasi umum yang lebih ramah lingkungan melalui elektrifikasi.
Transportasi Publik Harus Menarik bagi Anak Muda
Ia menilai generasi muda membutuhkan layanan transportasi publik yang cepat, aman, mudah diakses, transparan, dan terintegrasi secara digital.
Menurut Jessica, peningkatan kualitas transportasi umum juga menjadi langkah penting untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta mendukung pengurangan emisi di Jakarta.
Gen Z Bukan Sekadar Pengguna
Jessica menegaskan bahwa anak muda tidak hanya berperan sebagai pengguna transportasi umum, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih baik.
Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui riset, komunitas, diskusi publik, inovasi digital, hingga memberikan masukan terhadap kebijakan transportasi. Ia meyakini perspektif Gen Z penting karena generasi muda merupakan pengguna aktif transportasi publik sekaligus kelompok yang akan merasakan dampak kebijakan transportasi dalam jangka panjang.
Meski menjadi anggota termuda, Jessica optimistis dapat berkolaborasi dengan para praktisi dan pakar transportasi yang lebih berpengalaman. Baginya, kontribusi dalam perumusan kebijakan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, bekerja berbasis data, serta terbuka terhadap berbagai masukan.










