Ponorogo – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat melalui pelaksanaan Jambore Sekolah Sehat (JSS) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sanggraloka Sekar Wilis, Dusun Krajan, Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Selasa (29/9/2026).
Jambore Sekolah Sehat 2026 mengusung tema “Sekolah Sehat, Generasi Kuat, Ponorogo Hebat”. Kegiatan ini diikuti oleh SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Hadir dalam Jambore
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan Dinas Pendidikan menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program sekolah sehat di satuan pendidikan.
Jambore tidak hanya menjadi kegiatan berkumpul antarsekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan penerapan perilaku hidup sehat bagi warga sekolah.
Perkuat 5 Gerakan Sekolah Sehat
Salah satu fokus utama JSS 2026 adalah memperkuat penerapan 5 Gerakan Sekolah Sehat. Gerakan tersebut mencakup lima aspek, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.
Kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Sehat Bergizi dan Sehat Fisik
Aspek sehat bergizi mendorong peserta didik untuk memahami pentingnya konsumsi makanan dan minuman yang bergizi serta pola makan yang mendukung kesehatan.
Sementara itu, sehat fisik berkaitan dengan kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kebiasaan tersebut dapat mendukung kebugaran peserta didik sehingga mereka dapat menjalani kegiatan belajar dan aktivitas sekolah dengan lebih baik.
Sehat Imunisasi dan Sehat Jiwa
Gerakan sehat imunisasi menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan peserta didik melalui pemenuhan imunisasi sesuai program kesehatan yang berlaku.
Selain kesehatan fisik, kesehatan jiwa juga menjadi perhatian. Lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan sosial serta emosional peserta didik.
Dengan lingkungan yang mendukung, peserta didik dapat belajar membangun hubungan positif, bekerja sama, serta mengembangkan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan Sekolah Juga Menjadi Perhatian
Aspek kelima adalah sehat lingkungan. Sekolah didorong untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar satuan pendidikan.
Kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti menjaga kebersihan kelas, mengelola sampah, merawat fasilitas sekolah, serta menjaga lingkungan agar tetap nyaman.
Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan ketika berada di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan peserta didik di rumah dan masyarakat.
Membangun Budaya Hidup Sehat
Melalui Jambore Sekolah Sehat 2026, satuan pendidikan di Ponorogo diharapkan semakin aktif membangun budaya hidup sehat. Penerapan gerakan sekolah sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga lingkungan masyarakat.
Kegiatan bersama antarsekolah juga dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam menerapkan program kesehatan di lingkungan pendidikan.
Sekolah Sehat, Generasi Kuat
Pelaksanaan JSS 2026 diharapkan dapat memperkuat kepedulian peserta didik terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan gotong royong.
Dengan penerapan 5 Gerakan Sekolah Sehat secara berkelanjutan, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan dan perkembangan peserta didik.
Tema “Sekolah Sehat, Generasi Kuat, Ponorogo Hebat” menjadi pesan bahwa kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam membangun generasi yang siap belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.








