Bangkok – Banjir besar melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan lebat mengguyur ibu kota sejak Kamis, 24 September 2026. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, lalu lintas, hingga kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah.
Pemerintah Metropolitan Bangkok atau Bangkok Metropolitan Administration (BMA) sempat menetapkan seluruh 50 distrik di Bangkok sebagai daerah bencana banjir pada 25 September 2026. Status tersebut diberlakukan untuk mempercepat pengerahan anggaran darurat, bantuan, logistik, serta peralatan penanganan banjir.
Hujan deras menyebabkan sejumlah kawasan terendam dan beberapa ruas jalan sulit dilalui. Di beberapa lokasi, warga bahkan harus menggunakan perahu untuk berpindah karena ketinggian air cukup signifikan.
Sekolah di Bangkok Ditutup
Dampak banjir juga dirasakan sektor pendidikan. Sekolah-sekolah yang berada di bawah pengelolaan BMA ditutup pada Senin, 28 September 2026.
Departemen Pendidikan BMA mengumumkan kebijakan tersebut untuk menjaga keselamatan siswa, orang tua, guru, serta tenaga kependidikan. Penutupan juga memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk memeriksa kondisi bangunan dan fasilitas yang mungkin terdampak banjir.
Sekolah diminta segera menginformasikan penutupan kepada orang tua siswa. Jadwal pembelajaran yang tertunda nantinya akan diatur kembali oleh masing-masing sekolah.
Perkembangan berikutnya menunjukkan dampak banjir terhadap sekolah masih berlanjut. Pada 29 September 2026, The Nation melaporkan sebanyak 155 sekolah di Bangkok masih tutup karena terdampak genangan dan menunggu pemeriksaan kerusakan. Sebagian lokasi sekolah bahkan digunakan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga.
Warga Borong Makanan dan Kebutuhan Pokok
Di tengah situasi banjir, warga Bangkok juga mulai membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
Sejumlah supermarket, minimarket, dan hipermarket mengalami peningkatan jumlah pembeli. Makanan siap saji, makanan instan, minuman, telur, beras, roti, dan makanan ringan menjadi sejumlah barang yang banyak dibeli warga.
Di beberapa gerai, sejumlah rak bahkan dilaporkan sempat kosong. Seorang pegawai 7-Eleven mengatakan jumlah pelanggan meningkat tajam sejak Jumat malam sehingga toko harus memesan tambahan pasokan.
Pembelian dalam jumlah besar tersebut dilakukan sebagian warga sebagai langkah antisipasi karena kondisi banjir dan akses menuju sejumlah kawasan terganggu.
Curah Hujan Lebih dari 300 Milimeter
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Bangkok selama beberapa hari. Laporan mengenai kondisi tersebut menyebut curah hujan di sejumlah wilayah Bangkok telah melampaui 300 milimeter dalam periode sekitar dua hingga tiga hari.
Besarnya volume air membuat sistem drainase kota mengalami tekanan. Sejumlah kanal juga berada pada kapasitas tinggi sehingga proses pemompaan dan pengeringan kawasan terdampak menjadi lebih sulit.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pemerintah kota terus melakukan pemompaan air. Namun, kapasitas kanal yang tinggi membuat proses pengurangan genangan membutuhkan waktu.
Ribuan Warga Mengungsi
Banjir juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Sejumlah fasilitas umum digunakan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Menurut laporan Reuters pada 28 September, lebih dari 5.900 orang telah berpindah ke 234 pusat evakuasi. Pemerintah juga mengerahkan dapur bergerak dan perahu untuk membantu distribusi makanan kepada masyarakat yang terdampak.
Secara nasional, banjir telah berdampak pada puluhan provinsi di Thailand. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir tidak hanya terjadi di wilayah ibu kota.
Status 50 Distrik Kemudian Berubah
Status seluruh 50 distrik sebagai daerah bencana tidak berlangsung permanen. Pada 29 September 2026, Gubernur Bangkok mengakhiri status bencana di 21 distrik setelah penilaian menunjukkan kawasan tersebut tidak lagi terdampak.
Dengan demikian, status daerah bencana masih berlaku di 29 distrik Bangkok. Pemerintah kota menyebut 14 distrik berada dalam kondisi terdampak sedang dan 15 distrik masih terdampak parah.
Pemerintah tetap meminta jajaran distrik yang masih terdampak untuk melanjutkan penanganan sesuai ketentuan penanggulangan bencana.
Pemerintah Lanjutkan Penanganan Banjir
Pemerintah Thailand terus melakukan upaya penanganan melalui pemompaan air, distribusi bantuan, evakuasi warga, serta pemantauan wilayah yang masih tergenang.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga meminta lembaga pemerintah mempercepat pengurasan air dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan setelah banjir, termasuk perbaikan infrastruktur dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Meski hujan telah mereda di Bangkok, proses penanganan belum sepenuhnya selesai karena genangan masih terdapat di sejumlah kawasan. Pemerintah kota dan masyarakat tetap diminta waspada terhadap kondisi kanal dan kemungkinan perubahan situasi.








